Zoey menaruh ranselnya, ia mengambil charger untuk mengisi daya ponselnya yang sudah hampir habis. Kemudian ia mengambil handuk dan pergi menuju kamar mandi. Sepuluh menit kemudian Zoey keluar dari kamar mandi. Setelah selesai mandi Zoey memilih mengenakan piyama karena ia masih tetap merasa kedinginan dan kurang enak badan gara-gara kehujanan tadi.
"Tok,tok,tok." Suara ketukan pintu terdengar dari luar kamar Zoey. Sepertinya ada seseorang yang ingin menemui Zoey. Zoey membuka knock pintu kamarnya.
"Ceklek." Pintu terbuka, ternyata yang mengetuk pintunya barusan adalah Kakaknya Zoey, Baskara.
"Apasih Bang?" Tanya Zoey kepada kakak laki-lakinya.
"Itu Abang mau pinjam headphone mu," kata Baskara sambil merapikan rambutnya.
"Cuih, sok kegantengan banget lu Bang. Buat apasih headphonenya? Kan Abang punya sendiri!" Tanya Zoey malas.
"Emang gua ganteng hehehe. Buat main game bareng temen gue headphonenya. Lagian headphone gue rusak habis di banting sama Mama." Baskara menjelaskan panjang lebar kepada adiknya.
"Hemm, awas aja kalo sampe rusak. Gua gibeng lu!" Zoey berbicara sambil memberikan headphone miliknya itu.
"Takutnyaa... Iya-iya Adekku sayang aman. Oiya Mama nyuruh kamu turun buat makan malam, buruan!" Baskara berkata sambil keluar kamar.
"Iya bentar lagi nanti aku turun makan," jawab Zoey.
Seusai Baskara pergi, Zoey berjalan menuju ke kasurnya. Ia mengambil ponsel yang ia charge tadi. Batereinya sudah terisi penuh. Kemudian Zoey membuka aplikasi WhatsApp nya. Ia mencari kontak yang ia namai Devandra. Kemudian ia mulai mengetik sesuatu.
" Thanks ya tadi udah nganterin gue pulang." Zoey mengetik lalu mengirim pesan tersebut.
Pesan yang Zoey kirim pada Devan langsung centang biru , dan Devan mengetik sesuatu.
"Iy sama-sama," balasnya singkat.
"Btw kapan kita kerkom?" Tanya Zoey mencari topik pembicaraan.
"Besok," balasnya cepat.
"Kok besok? Jangan besok, kita masih harus latian band sepulang sekolah. Ngga ada waktu. Gimana kalau hari Minggu aja, hari itu kita sudah selesai latian, lagian tugas Fisikanya dikumpulkan masih minggu depan," balas Zoey.
"Oke," balas Devan lagi.
"Tapi dimana kita nanti kerkomnya?" Chat Zoey lagi pada Devan.
"Di cafe yang tadi gimana?" Tanya Devan kepada Zoey.
"Oh, okee." Zoey membalas pesan Devan.
"Iya," balas Devan.
Chat mereka terhenti di percakapan itu. Zoey menunggu pesan lagi dari Devan, tapi harapannya tidak akan terjadi. Devan adalah anak yang terkenal dingin dan kalau chat hanya menjawab seperlunya. Zoey mencoba lagi untuk mencari topik agar bisa chatingan sama Devan.
"Btw lu lagi ngapain?" Tanya Zoey.
"Gue lagi ngerjain tugas Bahasa inggis yang minggu kemarin," balas Devan.
"Oh," balas Zoey singkat.
"Iy," balas Devan.
Zoey melanjutkan aksinya untuk terus chatingan dengan Devan. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 21.30. Zoey lalu mengakhiri pesannya dan mematikan ponselnya. Setelah itu Zoey sibuk dengan tas ranselnya untuk besok sekolah. Setelah menata perlengkapan untuk sekolah besok, Zoey pergi untuk tidur karena ia merasa lelah dan meriang. Ia bahkan lupa belum makan malam.
Sementara itu Devan membuka grup "Hyper Fostbar" yang berisi tujuh anggota termasuk dirinya. Grup tersebut adalah grup player game Mobile Legend yang terkenal jago. Devan termasuk anggota Hyper Fostbar karena skill nya bermain sangatlah jago dan tidak mudah untuk dikalahkan. Anggota grup tersebut adalah teman-teman sekelas Devan dan Zoey. Ada Varell, Rasya, Sagara, Kenzo, Bintang, Samudra, dan Devan sendiri. Mereka adalah player Mobile Legend terkenal di Deralta High School.
Malam ini Devan bermain untuk push rank bersama teman-temannya. Devan bermain dengan Varell, Sagara, Rasya dan Kenzo saja. Samudra dan Bintang off sejak tadi sore. Devan dan teman-temannya bermain untuk push rank sampai larut malam.